Siklus Akuntansi | Pengertian, Tujuan, Tahapan, Alur, dan Contohnya

Siklus Akuntansi | Pengertian, Tujuan, Tahapan, Alur, dan Contohnya

Siklus akuntansi – Akuntansi adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi. Fungsi dan tujuan akuntansi penting untuk mendapat informasi sebagai bahan pengambilan keputusan.

Secara umum pengertian akuntansi adalah proses pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas, dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.

Akuntansi bertujuan untuk menghasilkan informasi melalui serangkaian kegiatan pengumpulan dan pengolahan data secara sistematik pada suatu periode tertentu. Semua aktivitas akuntansi pada periode tersebut inilah yang kemudian disebut sebagai siklus akuntansi.

Pengertian Siklus Akuntansi

Definisi siklus akuntansi adalah urutan proses di suatu perusahaan atau entitas yang dimulai dari menganalisa transaksi-transaksi, mencatat, menyusun laporan keuanngan, dan ditutup dengan proses mempersiapkan aktivitas akuntansi untuk periode selanjutnya.

Aktivitas pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik dalam satu periode akuntansi tersebut dikenal sebagai proses akuntansi atau siklus akuntansi. Tujuannya untuk menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

(baca juga fungsi manajemen)

siklus akuntansi

Tahapan Siklus Akuntansi

Ada beberapa tahapan dan alur siklus akuntansi di tiap-tiap perusahaan. Secara teori, beberapa sumber dan pakar memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait urutan siklus akuntansi ini.

Secara umum terdapat 3 tahapan utama dalam proses siklus akuntansi yakni proses pencatatan, peringkasan, dan pembuatan laporan keuangan, sebagai berikut :

  • Pencatatan dan penggolongan laporan keuangan (termasuk bukti transaksi keuangan)
  • Peringkasan laporan keuangan
  • Pembuatan laporan keuangan (financial statements)

Namun jika dijabarkan lebih detail, maka akan lebih banyak tahapan-tahapan siklus akuntansi, termasuk sub-aktivitas yang dilakukan seorang akuntan, seperti dijelaskan sebagai berikut :

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah melakukan identifikasi dan analisis transaksi keuangan. Semua transaksi yang memiliki bukti harus diidentifikasi dengan baik dan benar tanpa ada yang tertinggal.

2. Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal

Berikutnya setelah diidentifikasi dan dianalisis, transaksi keuangan akan dicatat ke dalam buku jurnal. Pencatatan dilakukan ke dalam jurnal secara kronologis dan sistematis sehingga mudah dicari.

3. Posting Buku Besar

Langkah selanjutnya yaitu memposting transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal ke dalam buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing digunakan untuk mencatat informasi tentang aktiva tertentu.

4. Menyusun Neraca Saldo

Tahapan proses akuntansi berikutnya adalah penyusunan neraca saldo. Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Saldo pada buku besar dipindahkan ke neraca saldo untuk disatukan kembali.

5. Menyusun Jurnal Penyesuaian

Berikutnya akan dilakukan penyusunan jurnal penyesuaian. Hal ini dilakukan jika terdapat  transaksi yang belum dicatat atau adanya salah input, sehingga perlu dilakukan penyesuaian kembali.

6. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah disusun jurnal penyesuaian, maka kemudian akan disusun lagi neraca saldo baru setelah penyesuaian. Langkah ini merupakan langkah terakhir sebelum penyusunan laporan keuangan. Artinya sudah tidak boleh lagi ada kesalahan input, jika ada maka akan dilakukan penyesuaian lagi.

7. Menyusun Laporan Keuangan

Setelah semua tahapan urutan siklus akuntansi di atas, maka langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan ini berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian.

Laporan keuangan ini memiliki isi antara lain laporan laba rugi perusahaan, laporan perubahan modal, neraca perdagangan untuk memprediksi likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas, serta laporan arus kas perusahaan.

8. Menyusun Jurnal Penutup

Tahapan siklus akuntansi yang terakhir adalah penyusunan jurnal penutup. Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi saja. Rekening yang ditutup hanya rekening nominal atau rekening laba-rugi.

Rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan. Selanjutnya, pada periode berikutnya dapat digunakan kembali untuk mengukur aktivitas yang baru dan mulai terjadi.

Nah itulah referensi tahapan siklus akuntansi beserta pengertian, urutan, alur, dan contohnya pada perusahaan. Semoga bisa menjadi referensi dan menambah wawasan pengetahuan.


Tinggalkan komentar