11+ Bagian-Bagian Sel Beserta Fungsi, Struktur, dan Penjelasannya

11+ Bagian-Bagian Sel Beserta Fungsi, Struktur, dan Penjelasannya

Bagian-bagian sel dan fungsinya – Sel adalah bagian atau bentuk terkecil dari organisme. Tiap makhluk hidup memiliki sel dan organel penyusunnya, baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Tentunya tiap bagian-bagian sel memiliki peran dan fungsi masing-masing untuk menjalankan berbagai proses pada tubuh makhluk hidup.

Berdasarkan jumlah sel yang dimiliki makhluk hidup, organisme dibedakan menjadi dua tingkatan, yakni organisme unisel dan organisme multisel. Organisme unisel hanya memiliki 1 sel saja, sedangkan organisme multisel memiliki banyak sel penyusunnya dengan fungsi yang berbeda-beda.

Secara umum, struktur sel tiap organisme hampir serupa. Sel penyusun makhluk hidup umumnya tersusun dari membran dan protoplasma. Bagian protoplasma terdiri dari sitoplasma dan organel-organel sel. Tiap organel sel inilah yang memiliki fungsi khusus masing-masing.

Bagian-bagian sel pada organisme pun berbeda-beda. Misalnya perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan, bisa dilihat pada organel dinding sel dan plastida yang hanya dimiliki sel tumbuhan. Sedangkan organel sentriol dan lisosom hanya ada pada sel hewan.

bagian-bagian sel

Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya

Berikut ini akan dijelaskan apa saja bagian-bagian sel pada makhluk hidup beserta pengertian, fungsi, struktur, bentuk, dan perannya bagi proses dalam tubuh.

1. Membran Sel

Bagian sel yang pertama adalah membran sel. Membran sel merupakan permukaan luar setiap sel yang dibatasi oleh selaput halus dan elastis. Membran sel penting untuk mengatur isi sel, karena semua bahan yang keluar masuk harus melalui membran ini.

Membran sel terdiri dari fosfor, lemak, protein dan karbohidrat. Fungsi membran sel adalah untuk pelindung dan pengatur arus zat yang keluar masuk sel. Membran sel dapat mencegah masuknya zat-zat yang dapat merugikan sel serta memudahkan masuknya zat-zat yang berguna bagi sel.

2. Sitoplasma

Berikutnya ada bagian sitoplasma. Sitoplasma merupakan material yang di dalamnya terdapat beberapa organel-organel sel, sebagian besarnya bahannya berupa cairan. Bahan cair sitoplasma disebut dengan  sitosol. Sejumlah enzim untuk metabolisme juga terdapat pada sitoplasma.

Sitoplasma mempunyai kandungan beragam zat, yaitu protein, karbohidrat, lemak, enzim, zat-zat anorganik, hormon dan juga vitamin. Adapun fungsi sitoplasma yaitu sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel berada di sitoplasma.

3. Nukleus

Nukles merupakan organel terbesar yang ada dalam sel. Bagian ini terdapat di semua sel eukariotik, kecuali pada sel-sel pembuluh floem dewasa dan sel darah merah mamalia dewasa. Organel nukleus ini tersusun atas mineral, protein dan air.

Struktur nukleus terdiri dari membran, nukleoplasma (membran inti), nukleolus (anak inti), dan kromosom. Kromosom yang terdiri atas benang-benang komatin merupakan pembawa sifat menurun. Fungsi nukleolus penting untuk membuat ribosom dan mengendalikan seluruh kegiatan sel.

4. Mitokondria

Selanjutnya ada bagian mitokondria, yang jumlahnya bervariasi. Mitokondria merupakan organel bermembran dalam sel. Sel-sel yang aktif atau yang memerlukan energi lebih besar mempunyai mitokondria yang lebih banyak. Tiap mitokondria dibungkus oleh membran ganda atau dua membran.

Adapun fungsi mitokondria yang utama adalah untuk tempat penghasil energi. Jika suatu sel semakin aktif maka semakin banyak juga mitokondrianya. Oleh karena itu, mitokondria cenderung berkumpul di daerah sel yang paling aktif, misalnya pada sel saraf dan juga sel otot.

5. Ribosom

Ribosom merupakan organel sel yang bentuknya seperti butiran dan struktur yang paling kecil dengan garis tengah kurang dari 20 cm. Letak ribosom berada bebas di sitoplasma dan ada juga yang menempel di membran retikulum endoplasma.

Ribosom juga mengandung RNA dan protein dengan perbandingan yang sama. Adapun fungsi ribosom adalah sebagai pembuatan protein. Ribosom dapat terikat pada membran retikulum endoplasma maupun terdapat bebas dalam matriks sitoplasma.

6. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma atau disingkat RE, merupakan saluran berliku yang membentang dari inti sel ke sitoplasma. Terdapat dua jenis retikulum endoplasma, yakni yang halus (RE granular) dan kasar (RE agranular). Dua jenis retikulum endoplasma tersebut dapat ditemukan di dalam satu sel yang sama.

Pada membran retikulum endoplasma kasar ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom. Fungsi retikulum endoplasma adalah untuk membuat serta menyalurkan bahan-bahan yang diperlukan organel sel.

7. Badan Golgi

Badan golgi merupakan organel sel yang terdapat di dalam semua sel, kecuali pada sperma dewasa dan sel darah merah. Badan golgi terdiri atas anyaman saluran yang tak teratur yang tampak seperti susunan membran yang sejajar tanpa adanya granula.

Badan golgi berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Adapun fungsi badan golgi adalah untuk memodifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma serta menyalurkannya ke organel yang diperlukan.

8. Lisosom

Selanjutnya ada organel lisosom, yang berbentuk menyerupai kantong berisi enzim pencernaan. Lisosom merupakan struktur yang agak bulat dan juga dibatasi membran tunggal. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh dengan adanya protein.

Fungsi lisosom adalah untuk mencerna zat sisa, zat asing, dan makanan. Lisosom juga berperan untuk menghancurkan sel-sel yang tidak berfungsi lagi. Jika lisosom pecah, maka enzim yang ada di dalamnya akan menghancurkan organel sel sehingga mengakibatkan sel menjadi mati.

9. Periksisom

Periksisom merupakan organel sel yang besarnya hampir sama dengan lisosom, serta dibatasi oleh membran tunggal. Organel ini dihasilkan oleh retikulum endoplasma. Peroksisom juga penuh berisi enzim-enzim dengan fungsi tertentu.

Salah satunya adalah enzim katalase yang berfungsi mengkatalis perombakan hidrogen peroksida yang bisa membahayakan metabolisme sel. Fungsi peroksisom juga penting dalam proses perubahan lemak menjadi karbohidrat, dan dalam perubahan purin dalam sel.

10. Mikrotubulus

Bagian sel selanjutnya adalah mikrotubulus. Bagian ini berupa silinder protein yang terdapat pada sebagian besar sel hewan dan tumbuhan. Protein yang membentuk mikrotubulin disebut dengan tubulin yang terdiri dari α tubulin dan β tubulin, dengan susunan asam amino yang berbeda.

Mikrotubulus bersifat kaku sehingga penting untuk mempertahankan dan mengontrol bentuk sel. Fungsi mikrotubulus lainnya berperan penting dalam proses pembelahan sel dan berguna sebagai tempat saluran bagi arus zat sitoplasma di dalam sel.

11. Mikrofilamen

Bagian-bagian sel yang terakhir adalah mikrofilamen. Organel ini berupa serat tipis panjang yang berdiameter 5 sampai 6 nm. Mikrofilamen terdiri atas protein yang disebut dengan aktin. Fungsi mikrofilamen berperan penting dalam gerakan atau aliran sitoplasma.

Banyak mikrofilamen membentuk sebuah kumpulan atau jaringan tertentu pada berbagai tempat dalam sel. Misalnya dapat dilihat pada proses terbentuknya mikrofilamen yang dapat memisahkan kedua sel anak yang akan membelah.

Nah itulah referensi bagian-bagian sel beserta fungsi dan penjelasannya pada makhluk hidup. Tiap organel sel memiliki fungsi dan peran masing-masing yang penting bagi proses-proses dalam tubuh makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, dan tumbuhan. Semoga info tersebut bisa menambah referensi pengetahuan.

Tinggalkan komentar