ciri-ciri teks eksplanasi

10+ Ciri-Ciri Teks Eksplanasi | Karakteristik, Pola, Kaidah Kebahasaan

Ciri-ciri teks eksplanasi – Teks eksplanasi adalah jenis teks yang berisi penjelasan tentang kejadian yang berkaitan dengan alam, sosial, ilmiah, dan budaya. Tujuan teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan dan memberi informasi mengenai suatu peristiwa alam atau sosial beserta proses dan hubungan sebab akibatnya.

Definisi dan pengertian teks eksplanasi adalah jenis teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya bisa terjadi. Peristiwa alam dan sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses yang bisa diulas dan dibahas.

Secara umum, struktur teks eksplanasi dibedakan menjadi tiga bagian. Yang pertama pernyataan umum yang memuat gambaran umum tentang peristiwa yang dibahas. Selanjutnya deretan penjelas tentang rincian peristiwa secara detail. Terakhir adalah intepretasi berisi kesimpulan dan pendapat penulis.

Penyusunan teks eksplanasi juga harus memperhatikan ciri-ciri tertentu, bisa dari aspek kaidah kebahasaan, pola penyusunan serta sifat-sifat dalam teks eksplanasi. Jenis teks eksplanasi haruslah bersifat obyektif, ilmiah, logis dan informatif bagi pembacanya.

(baca juga ciri-ciri teks deskripsi)

ciri-ciri teks eksplanasi

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Berikut merupakan beberapa ciri-ciri dan teks eksplanasi berdasarkan kaidah kebahasaan, sifat-sifat, pola dan strukturnya.

1. Menjelaskan Hubungan atau Proses Terjadinya Suatu Fenomena

Ciri utama teks eksplanasi adalah isinya menjelaskan mengenai hubungan sebab akibat atau proses terjadinya suatu fenomena, bisa peristiwa alam atau sosial. Dengan kata lain, isi teks eksplanasi memberi penjelasan informasi proses fenomena serta hubungan sebab akibatnya secara rinci dan berurutan.

2. Menggunakan Pola Kronologis atau Kausalitas

Penyusunan teks eksplanasi bisa dilakukan dengan pola kronologis yang diurutkan berdasarkan proses waktunya atau bisa juga menggunakan pola kausalitas yang disusun menurut hubungan sebab akibat tiap peristiwa dalam satu rangkaian fenomena yang dibahas.

3. Strukturnya Terdiri dari Pernyataan Umum, Deretan Penjelas, dan Interpretasi

Secara umum, struktur teks eksplanasi terdiri dari tiga bagian utama, yakni pernyataan umum (berisi gambaran umum peristiwa yang dibahas), deretan penjelasan (memuat proses terjadinya peristiwa dan hubungan sebab akibat secara detail), dan interpretasi (berisi kesimpulan dan pendapat penulis).

4. Informasi yang Dimuat Berdasarkan Fakta

Isi dan informasi yang dimuat dalam teks eksplanasi harus bersifat faktual. Artinya teks ini harus disusun berdasarkan fakta yang benar-benar terjadi. Semua informasi dalam teks eksplanasi ini harus bisa dipertanggungjawabkan karena harus didasarkan sesuatu yang benar-benar terjadi.

5. Pembahasan Ditulis Secara Ilmiah dan Saintis

Hal-hal yang dibahas dalam teks eksplanasi harus berupa fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Untuk itu, pembahasan harus ditulis secara ilmiah dan saintis berdasarkan teori-teori yang valid berbasis ilmu pengetahuan.

6. Memberi Informasi pada Pembaca

Teks eksplanasi harus memberi informasi pada pembaca. Isi dari teks ini berisikan informasi mengenai peristiwa alam atau fenomena sosial yang bisa membuat pembaca menambah wawasan. Dengan membaca teks ini, pembaca akan mendapat informasi tambahan yang bermanfaat.

7. Tidak Mempengaruhi Pembaca

Harus diperhatikan juga jika teks eksplanasi tidak boleh mempengaruhi pembaca agar percaya pada hal yang dibahas. Informasi yang disajikan harus bersifat netral dan obyektif, tidak boleh ada unsur persuasif atau untuk membujuk dan mempengaruhi pembaca agar percaya pada hal yang dibahas.

8. Menggunakan Kata Penanda Urutan

Teks eksplanasi umumnya menggunakan kata penanda urutan untuk menjelaskan proses dan hubungan sebab akibat pada topik yang dibahas. Kata penanda urutan ini bisa berupa pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya atau bisa juga menggunakan pertama, berikutnya, selanjutnya, terakhir.

9. Penjelasan Bersifat Logis dan Teoritis

Isi dan pembahasan dalam teks eksplanasi harus bersifat logis yang berarti harus masuk akal dan sesuai yang terjadi. Selain itu penyusunan teks eksplanasi harus bersifat teoritis yang didasarkan pada teori-teori valid berbasis ilmu pengetahuan dan sains.

10. Berfokus pada Hal-Hal Umum

Pembahasan pada teks eksplanasi lebih berfokus pada hal-hal yang umum dan generik, dan bukan pada partisipan manusia. Contoh pembahasan pada teks eksplanasi misalnya membahas mengenai fenomena tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan sebagainya.

Nah itulah referensi mengenai ciri-ciri teks eksplanasi beserta karakteristik, kaidah kebahasaan, dan sifat-sifatnya lengkap. Ciri-ciri tersebut haruslah diperhatikan untuk bisa menyusun teks eksplanasi yang baik dan benar.

Tinggalkan komentar