16+ Kerajaan Budha di Indonesia Beserta Letak dan Peninggalannya

16+ Kerajaan Budha di Indonesia Beserta Letak dan Peninggalannya

Kerajaan Budha di Indonesia – Sejarah Indonesia tak lepas dari era Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Zaman tersebut dimulai sejak abad ke-4 Masehi hingga berakhir sekitar abad ke-16 Masehi bersamaan dengan maraknya Kerajaan Islam di Indonesia di berbagai wilayah.

Masuknya pengaruh agama Hindu-Budha di Indonesia banyak dibawa oleh musafir dari India dan China. Hal tersebut menandai era Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Ada banyak kerajaan Hindu, kerajaan Budha, atau kerajaan Hindu-Budha yang didirikan di Nusantara pada periode tersebut.

Secara umum memang kerajaan-kerajaan saat itu bercorak Hindu-Budha. Artinya 2 agama tersebut bisa hidup berdampingan dalam ruang lingkup kerajaan. Meski begitu juga ada kerajaan dengan satu corak saja, misalnya kerajaan Kutai yang hanya bercorak Hindu saja.

Selain itu juga ada beberapa kerajaan yang hanya murni bercorak agama Buddha saja. Yang paling terkenal adalah Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang, Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan Budha terbesar dan paling berjaya, dengan menguasai sebagian besar wilayah Nusantara.

kerajaan budha di Indonesia

(baca juga Kerajaan Hindu di Indonesia)

Daftar Kerajaan Budha di Indonesia

Berikut ini akan dijelaskan mengenai sejarah Kerajaan Buddha di Indonesia beserta nama raja dan peninggalannya, termasuk Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Mataram Kuno. Untuk kerajaan Budha yang berpadu dengan Hindu, juga dijelaskan dalam daftar di bagian bawah.

1. Kerajaan Kalingga

Tahun didirikan : 594 Masehi
Letak : Jawa Tengah

Kerajaan Kalingga menjadi kerajaan bercorak Budha pertama di kawasan pantai utara Pulau Jawa. Kerajaan ini didirikan pada tahun 594 Masehi. Pusat pemerintahannya diperkirakan di sekitar Pekalongan dan Jepara, kemudian pindah Magelang dan Yogyakarta.

Kerajaan ini juga dikenal dengan sebutan Kerajaan Halong. Kalingga sempat terpecah menjadi dua yakni Keling dan Medang. Kerajaan Kalingga kemudian runtuh pada tahun 782 Masehi dan diteruskan oleh Rakai Mataram dan Rakai Panangkaran di Medang.

Nama Raja-Raja Kerajaan Kalingga :

  1. Prabhu Wasumurti
  2. Prabhu Wasugeni
  3. Prabhu Wasudewa
  4. Prabhu Wasukawi
  5. Prabhu Kirathasingha
  6. Prabhu Kartikeyasingha
  7. Ratu Shima
  8. Dewi Parwati
  9. Dewi Sannaha
  10. Sanjaya
  11. Rakai Panangkaran

Peninggalan Kerajaan Kalingga :

  • Prasasti Tuk Mas
  • Prasasti Sojomerto
  • Prasasti Rahtawun
  • Candi Angin
  • Candi Bubrah
  • Situs Puncak Sanga Likur
  • Arca Batara Guru
  • Arca Wisnu
  • Arca Togog
  • Arca Narada

2. Kerajaan Sriwijaya

Tahun didirikan : sekitar abad ke-6 Masehi
Letak : Palembang, Sumatera Selatan

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan Budha pertama di Indonesia. Sriwijaya didirikan sekitar tahun 600-an Masehi dan pusat pemerintahannya di Palembang, Sumatera Selatan. Sriwijaya menjadi kemaharajaan yang sempat berjaya dan menguasai Nusantara.

Sriwijaya banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan berdasarkan peta membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sriwijaya menjadi kerajaan bahari yang memanfaatkan perdagangan maritim lewat jalur perairan.

Sriwijaya kemudian runtuh pada sekitar tahun 1100-an Masehi karena beberapa peperangan, salah satunya serangan Rajendra Chola I dari Koromandel pada tahun 1025, hingga kemudian pada tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya berada di bawah kendali kerajaan Dharmasraya. Hingga kini ada banyak peninggalan Kerajaan Sriwijaya berbentuk candi dan prasasti yang ditemukan.

Nama Raja-Raja Kerajaan Sriwijaya :

  1. Dapunta Hyang (Sri Jayanasa)
  2. Rudra Wikrama
  3. Sri Indrawarman
  4. Sri Maharaja
  5. Dharanindra (Rakai Panangkaran)
  6. Samaragrawira (Rakai Warak)
  7. Samaratungga (Rakai Garung)
  8. Balaputradewa
  9. Sri Udayaditya Warmadewa
  10. Sri Cudamani Warmadewa
  11. Sri Mara-Vijayottunggawarman
  12. Haji Sumatrabhumi
  13. Sangrama-Vijayottunggawarman
  14. Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya :

  • Candi Muara Takus
  • Candi Muaro Jambi
  • Candi Biaro Bahal
  • Candi Kota Kapur
  • Gapura Sriwijaya
  • Prasasti Kota Kapur
  • Prasasti Ligor
  • Prasasti Palas Pasemah
  • Prasasti Hujung Langit
  • Prasasti Telaga Batu
  • Prasasti Kedukan Bukit
  • Prasasti Talang Tuwo
  • Prasasti Leiden
  • Prasasti Amoghapasha
  • Prasasti Bukit Siguntang
  • Prasasti Karang Birahi

3. Kerajaan Mataram Kuno

Tahun didirikan : 752 Masehi
Letak : Jawa Tengah, kemudian pindah ke Jawa Timur

Kerajaan Mataram Kuno atau dikenal sebagai Kerajaan Medang, merupakan kerajaan yang berdiri pada tahun 752 Masehi. Awalnya kerajaan ini terletak di Jawa Tengah di sekitar Yogyakarta, namun kemudian pada abad ke-10 berpindah ke Jawa Timur di daerah Jombang dan Madiun.

Saat pertama didirikan kerajaan ini bercorak Hindu Syiwa. Ketika dinasti Sailendrawangsa berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana sehingga sempat dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Buddha.

Nama Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno :

  1. Sanjaya
  2. Rakai Panangkaran
  3. Rakai Panunggalan
  4. Rakai Warak
  5. Rakai Garung
  6. Rakai Pikatan
  7. Rakai Kayuwangi
  8. Rakai Watuhumalang
  9. Rakai Watukura Dyah Balitung
  10. Mpu Daksa
  11. Rakai Layang Dyah Tulodong
  12. Rakai Sumba Dyah Wawa
  13. Mpu Sindok
  14. Sri Lokapala
  15. Makuthawangsawardhana
  16. Dharmawangsa Teguh

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno :

  • Candi Borobudur
  • Candi Prambanan
  • Candi Sewu
  • Candi Mendut
  • Candi Kalasan
  • Candi Plaosan
  • Candi Sambisari
  • Candi Kedulan
  • Candi Morangan
  • Candi Sari
  • Candi Ijo
  • Candi Barong
  • Candi Sojiwan
  • Prasasti Tangeran
  • Prasasti Lor
  • Prasasti Bangil
  • Prasasti Kalkuta
  • Artifak emas yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten

4. Kerajaan Dharmasraya

Tahun didirikan : 1183 Masehi
Letak : Dharmasraya, Sumatera

Kerajaan Dharmasraya merupakan kerajaan Budha yang terletak di Sumatera, Indonesia. Lokasi kerajaan ini terletak di hulu Sungai Batanghari. Nama ini muncul seiring dengan melemahnya Kerajaan Sriwijaya karena serangan Rajendra Chola I dari Koromandel pada tahun 1025 Masehi.

Secara resmi, kerajaan ini kemudian terbentuk sejak tahun 1183 Masehi. Pada akhirnya, Dharmasraya kemudian runtuh pada tahun 1347 Masehi usai dikuasai oleh Adityawarman. Kemudian Dharmsraya berubah menjadi Kerajaan Malayapura.

Nama Raja-Raja Dharmasraya :

  1. Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa
  2. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa
  3. Srimat Sri Akarendrawarman
  4. Srimat Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa

Peninggalan Kerajaan Dharmasraya :

  • Prasasti Grahi
  • Prasasti Padang Roco
  • Prasasti Suruaso
  • Prasasti Kuburajo
  • Prasasti Batusangkar
  • Arca Bhairawa
  • Arca Amoghapasa
  • Arca Buddha

5. Kerajaan Sri Bangun

Tahun didirikan : (tidak diketahui)
Letak : Bangun, Kalimantan Timur

Kerajaan Sri Bangun merupakan kerajaan bercorak Budha yang terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di kota Bangun, tak jauh dari Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara. Kerajaan ini merupakan penerus Kerajaan Martadipura.

Namun berbeda dengan Martadipura yang bercorak Hindu, Kerajaan Sri Bangun ini malah bercorak Buddha. Raja kerajaan Sri Bangun yang paling terkenal bernama Raja Qeva.

Nama Raja-Raja Kerajaan Sri Bangun :

  1. Raja Qeva

Peninggalan Kerajaan Sri Bangun :

  • Arca Buddha Pengembara
  • Patung Lembu Nandi
  • Patung Singa Noleh
  • Situs Sri Bangun

Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia :

Daftar di atas hanya membahas kerajaan bercorak Budha murni. Untuk kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, kami tampilkan listnya berikut ini, termasuk Kerajaan Singosari dan Kerajaan Majapahit.

  • Kerajaan Wijayapura
  • Kerajaan Kalingan
  • Kerajaan Kuripan
  • Kerajaan Negara Dipa
  • Kerajaan Negara Daha
  • Kerajaan Tarumanegara
  • Kerajaan Kahuripan
  • Kerajaan Janggala
  • Kerajaan Kediri
  • Kerajaan Singasari
  • Kerajaan Majapahit

Nah itulah referensi nama-nama Kerajaan Budha di Indonesia beserta sejarah, tahun didirikan, letak dan pusat pemerintahan, nama raja-rajanya, serta peninggalannya baik berupa candi, prasasti, arca, dan lain sebagainya. Semoga bisa menambah referensi sejarah Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia.

Tinggalkan komentar